Selasa, 26 Maret 2019

Lahan parkir semprawit

Sesak, Semprawut Tak Adakah Lahan Kosong untuk Parkir?


      Pembangunan gedung dan penambahan fakultas terjadi setiap tahun. Mahasiswa dicari-cari. Jumlah mahasiswa semakin membludak, otomatis kendaraan semakin banyak dan menumpuk di IAIN Kudus. 
      
       Dengan bertambahnya mahasiswa IAIN Kudus tak seimbang dengan fasilitas yang ada. Dan hal yang paling ironis adalah tak adanya lahan yang luas untuk menampung banyaknya kendaraan mahasiswa. Sedikitnya lahan parkir membuat mahasiswa dilema ingin memarkirkan motornya di mana. Tak adanya pohon, tempat parkir panas, menambah kesemprawutan lahan parkir. Hal tersebut juga memicu mahasiswa/ mahasiswi untuk parkir tidak rapi dan menempatkan motornya disembarang tempat. 
      
       " Seharusnya kampus menyediakan lahan yang memadai untuk parkir mahasiswa. Hal tersebut membuat mahasiswa menjadi resah  dan terkadang membuat mahasiswa terlambat masuk kelas karena kesulitan mencari tempat untuk memarkir kendaraannya." Ungkap Iin Uswatun salah satu mahasiswa fakultas Tarbiyah.
       
       Tak hanya itu, ketika mahasiswa selesai belajar dan mengeluarkan kendaraannya mereke kwalahan untuk mengeluarkan kendaraannya. Hal ini terjadi karena sepeda motor mereka berdempetan dengan sepeda motor mahasiswa lain. Dan tak jarang membuat kendaraan mahasiswa lain tergores. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa menjadi kecewa dan menimbulkan kerugian. Sudah kewajiban kampus untuk memberikan fasilitas yang baik bagi bagi kenyamanan dan keamanan mahasiswanya. 

   
     

Selasa, 19 Maret 2019

kunjungan ke suara nahdliyin

KUNJUNGAN KE SUARA NAHDLIYIN
Oleh :
Lutfi Tria Maharani (1740210046)
Muhammad Luthfi Syaf (1740210066)
Ahya Ainur Rofi (1740210049)
Niflatul Uyun (1740210053)
     
      Pada hari Senin, 11 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 sebagian mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kudus semester 4 sudah berkumpul di depan gedung D3 Kampus Barat IAIN Kudus untuk bersiap-siap berkunjung ke Suara Nahdliyin di kantor cabang PCNU Kabupaten Kudus Jl. Pramuka No. 20.         

     Sesampainya di kantor cabang PCNU kami disambut oleh Pimpinan Umum Suara Nahdliyin, Moh. Qomarul Adib. Beliau mengarahkan kami menuju ruang pertemuan Suara Nahdliyin yang bertempat di gedung lantai dua. Di setiap sudut ruangan terlihat foto-foto lawas penggerak NU pada zaman dulu bergantung di dinding-dinding ruangan, seperti foto Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahid Hasyim.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka belajar bersama tim redaksi Suara Nahdliyin tentang teknik menulis berita feature. Pimpinan umum Suara Nahdliyin sangat senang atas kedatangan mahasiswa KPI IAIN Kudus ke Suara Nahdliyin. Beliau mengatakan bahwa mahasiswa IAIN juga harus ikut serta untuk belajar lebih jauh tentang ilmu jurnalistik agar dakwah islam semakin maju. Tak hanya itu, beliau juga berpesan bahwa kita harus pintar dan cerdas dalam mencari informasi tentang islam dengan smartphone yang semakin canggih di era milenial ini. Mahasiswa harus terus berlatih dan mengembangkan kemampuan menulisnya di bidang jurnalistik, ada ilmu tapi tak ada praktik sama saja nol.
     
       Sambutan baik juga disampaikan oleh pimpinan Redaksi Suara Nahdliyin Rosidi, atau yang kerap disapa Bang Eros. Rosidi mengungkapkan sejarah berdirinya Suara Nahdliyin. Suara Nahdliyin berdiri pada tanggal 17 Agustus 2017. Berawal dari kegalauan Qomarul Adib dan bang Eros tentang belum optimalnya penggunaan gadget di Kabupaten Kudus. Mereka merasa kasihan dengan orang-orang tua di Kudus yang tidak dapat mengakses berita melalui gadget, dengan permasalahan itulah mereka mengagas ide baru untuk membuat suatu sarana yang dapat digunakan orang-orang di Kudus terutama orang tua untuk mendapatkan informasi. Dan keluarlah Suara Nahdliyin dan Buletin Nahdliyin.   
     
       Selain menceritakan sejarah beliau juga memberikan pengetahuan kepada mahasiswa KPI IAIN Kudus seputar feature dan teknik menulis berita feature. Untuk menulis sebuah feature seseorang harus terlebih dahulu mampu menulis berita. 

        Feature merupakan salah satu jenis berita berkisah yang biasanya ditulis untuk mengungkapkan suatu hal secara lebih mendalam namun tidak membosankan.
Dalam kesempatan itu, bang Eros meminta para mahasiswa untuk menulis sekilas berita kunjungan ini dan dilanjutkan membaca cotoh berita feature. Setelah itu kita diberi materi tentang teknik penulisan dan praktik. Setelah diadakan kunjungan ini, sebagai tugas kuliah Teknik Menulis Berita dan Feature yang diampu oleh Primi Rohimi S.Sos, MSI. Kita diminta untuk membuat dua feature tentang budaya lokal setempat dan membuat profil madrasah. Yang kemudian akan dimuat Suara Nahdliyin pada edisi Maret.




Minggu, 17 Maret 2019

pengertian dan sejarah penyiaran

Rabu, 17 Maret 2019
Lutfi Tria Maharani
(1740210046)
Primi Rohimi S. Sos, MSI

Pengertian dan Sejarah Penyiaran

A. Pengertian
         Menurut (JB Wahyudi) Penyiaran adalah keseluruhan proses penyampaian siaran yang dimulai dari penyiapan materi produksi, penyiapan bahan siaran, pemancaran sampai kepada penerima siaran tersebut.
         Sedangkan menurut Undang-undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran menjelaskan bahwa: Siaran sama artinya dengan broadcast. “Pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat
interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat.

B. Sejarah Penyiaran
        Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil
mengirim dan menerima gelombang radio. Upaya itu kemudian dilanjutkan Guglielmo Marconi (1874-1973) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal lorse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirim Marconi itu berhasil menyebrangi Samudra Atlantik
pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. 15 Pada tahun berikutnya 1906 seorang promoter yang bernama Lee De Forest yang menciptakan audio tube (alat yang memungkinkan tranmisi suara) yang digunakan untuk mengirimkan pesan ke udara. Pada tahun yang sama seorang yang bernama Reginald Fessenden juga menyiarkan acara di radionya untuk pertama kalinya yang memutarkan beberapa lagu natal dengan menggunakan operator nirkabel di
laut lepas.

• sejarah kemunculan televisi

      Televisi merupakan salah satu media yang memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi masyarakat. Hingga ini, televisi masih dianggap sebagai pusat informasi bagi sebagian besar orang di dunia. Pada tahun 1925, sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya, sehingga dia lebih dikenal sebagai penemu televisi ketimbang Vladimir Kozma Zworykin. Sejarah pertelevisian di Indonesia bisa dibilang cukup panjang karena negara kita mulai mengenal televisi sejak 1962 dimana saat itu berdiri televisi Republik Indonesia ( TVRI) yang diresmikan oleh presiden soekarno dan siaran perdana TVRI adalah upacara pembukaan Asian Games ke-4 tahun 1962. 

•Sejarah Kemunculan Radio
     
     Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni 1925 yang bernama BRV (BTaviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lain adalah: 

NIROM: Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung ,dan Medan.

MAVRO: Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di Yogyakarta. Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Saraito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 di dirikan PPRK (perserikatan perkumpulan radio ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat indonesia secara rohani maupun jasmani.Pada masa penduduk jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer jepang. pada awal kemerdekaan, Radi berperan menyebarkan berita proklamasi.
       

     

Selasa, 12 Maret 2019

Pengertian dan sejarah penyiaran

Rabu, 13 Maret 2019
Lutfi Tria Maharani
(1740210046)
Primi Rohimi S. Sos, MSI

Pengertian dan Sejarah Penyiaran

A. Pengertian
         Menurut (JB Wahyudi) Penyiaran adalah keseluruhan proses penyampaian siaran yang dimulai dari penyiapan materi produksi, penyiapan bahan siaran, pemancaran sampai kepada penerima siaran tersebut.
         Sedangkan menurut Undang-undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran menjelaskan bahwa: Siaran sama artinya dengan broadcast. “Pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat
interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat.

B. Sejarah Penyiaran
        Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil
mengirim dan menerima gelombang radio. Upaya itu kemudian dilanjutkan Guglielmo Marconi (1874-1973) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal lorse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirim Marconi itu berhasil menyebrangi Samudra Atlantik
pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. 15 Pada tahun berikutnya 1906 seorang promoter yang bernama Lee De Forest yang menciptakan audio tube (alat yang memungkinkan tranmisi suara) yang digunakan untuk mengirimkan pesan ke udara. Pada tahun yang sama seorang yang bernama Reginald Fessenden juga menyiarkan acara di radionya untuk pertama kalinya yang memutarkan beberapa lagu natal dengan menggunakan operator nirkabel di
laut lepas.

• sejarah kemunculan televisi

      Televisi merupakan salah satu media yang memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi masyarakat. Hingga ini, televisi masih dianggap sebagai pusat informasi bagi sebagian besar orang di dunia. Pada tahun 1925, sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya, sehingga dia lebih dikenal sebagai penemu televisi ketimbang Vladimir Kozma Zworykin. Sejarah pertelevisian di Indonesia bisa dibilang cukup panjang karena negara kita mulai mengenal televisi sejak 1962 dimana saat itu berdiri televisi Republik Indonesia ( TVRI) yang diresmikan oleh presiden soekarno dan siaran perdana TVRI adalah upacara pembukaan Asian Games ke-4 tahun 1962. 

•Sejarah Kemunculan Radio
     
     Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni 1925 yang bernama BRV (BTaviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lain adalah: 

NIROM: Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung ,dan Medan.

MAVRO: Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di Yogyakarta. Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Saraito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 di dirikan PPRK (perserikatan perkumpulan radio ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat indonesia secara rohani maupun jasmani.Pada masa penduduk jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer jepang. pada awal kemerdekaan, Radi berperan menyebarkan berita proklamasi.
       

       

Jumat, 01 Maret 2019

Pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur anatomi dan sistem penulisan feature

Rabu, 27 Februari 2019
Lutfi Tria Maharani
(1740210046)
Primi Rohimi S. Sos, MSI



Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur Anatomi dan Sistem Penulisan Feature

A. Pengertian Feature
           Feature adalah karangan khas yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses yang disertai penjelasan riwayat terjadinya. (Asep Syamsul M.R)
           Feature kadang bersifat imajinatif. dan kejadiannya dapat menyentuh perasaan atau juga dapat menambah pengetahuan. Contohnya acara Bedah Rumah dan Orang Pinggiran.
B. Ciri-Ciri Feature
            Feature mempunyai dua ciri khas, antara lain:
 1. Mengandung segi human interest.        Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi, menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain feature juga harus mengandung segi human interest atau menyentuh rasa kemanusiaan.  
 2. Mengandung Unsur Sastra
Sebuah feature harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel bacaan ringan dan menyenangkan. Namun, tetap informatif dan faktual.

C.Karakteristik Feature
1. Kreatif
     Memungkinkan penulis “mencipta” sebuah cerita (dengan teknik berkisah), namun bukan cerita fiktif. Laporan feature harus mengkreasikan sudut pandang penulis berdasarkan riset terhadap fakta-fakta yang telah ditelusuri.
2. Subjektif
     Dengan penggunaan model aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya. Sangat mungkin menggunakan sudut pandang orang pertama, atau “saya” dengan emosi campur nalar, sebagai cara mendapatkan fakta-fakta.
3. Informatif
     Feature memang terkadang tidak memiliki nilai berita. Ia justru cenderung memberi nilai informasi mengenai situasi/aspek kehidupan. Materi laporan tentang hal yang ringan, namun berguna bagi masyarakat. Seperti situasi saat peristiwa terjadi dan tidak diliput media lain.
4. Menghibur
     Bahan feature dengan sengaja dicarikan dari cerita yang ekslusif dan ditulis secara mendalam (indepth), termasuk aspek humor yang menyertainya. Laporan harus berwarna-warni terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, selingkuh, bencana alam dll, sehingga pembaca larut dalam kesedihan atau malah tertawa terbahak-bahak.
5. Awet / Tidak Dibatasi Waktu (unperishable)
    Berita bisa basi dalam 24 jam, tapi feature tak akan pernah basi, karena topiknya dibahas secara mendalam.
D.Jenis-jenisFeature
-Human Interest: membahas isu-isu melalui pengalaman orang lain.
-Profiles: tulisan tentang biografi ringkas seseorang.
-How To: tips atau panduan.
-Historical Features: feature sejarah.
Behind The Scenes: cerita dibalik peristiwa dan catatan perjalanan.

E.Struktur Anatomi
    Susunan bangunan feature terdiri atas: Head (kepala), Lead, Bridge (jembatan), Body (badan), Ending.

F.Sistem Penulisan Feature

 Struktur tulisan Feature berbeda sekali dari tulisan berita. Jika berita ringan ditulis seperti piramida terbalik yang hanya terdiri dan lead, tubuh, dan penutup saja. Feature disusun seperti kerucut terbalik yang terdiri atas lead, jembatan di antara lead dan tubuh, tubuh tulisan dan penutup. Bagian atas berupa lead dan jembatan yang sama pentingnya, bagian tengah berupa tubuh tulisan yang makin ke bawah makin kurang kepentingannya. Bagian bawah berupa alinea penutup yang bulat, seperti terlihat dalam gambar di atas struktur Feature pengetahuan.




Berita kampus iain kudus hari ini

Sehat dan Bugar: Rutinitas Senam Pagi Mahasiswa PGMI IAIN KUDUS Senin, 29 April 2019 Kudus,Tri.com- Mahasiswa PGMI IAIN Kudus ...