Kamis, 18 April 2019
Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Struktur Anatomi, dan Sistem Penulisan Berita
A. Pengertian Berita
Berita berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Vrit yang dalam bahasa Inggris disebut write, arti sebenarnya adalah ada atau terjadi.
Sebagian ada yang menyebut dengan Vritta, artinya “kejadian” atau “yang telah terjadi”. Vritta dalam bahasa Indonesia kemudian menjadi berita atau warta. Menurut Kamus Bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta “berita” berarti kabar atau warta, sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, arti berita diperjelaskan menjadi “laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang
hangat”. Jadi berita dapat dikaitkan dengan kejadian/peristiwa yang terjadi (Djuroto, 2004 : 46).
Secara sosiologis, berita adalah semua hal yang terjadi di dunia. Dalam gambaran
yang sederhana, seperti dilukiskan dengan baik oleh para pakar jurnalistik, berita adalah apa yang ditulis surat kabar, apa yang disiarkan radio, dan apa yang ditayangkan televisi.
B. Ciri-Ciri Berita
Adapun ciri-ciri berita yaitu:
• Menarik perhatian, berita harus bisa menarik perhatian, salah satu tujuannya yaitu agar bisa menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat ingin segera mengetahui isi berita tersebut.
• Aktual, berita harus berisi informasi atau peristiwa terbaru dan masih hangat dibicarakan.
• Dipercaya, artinya isi berita harus bisa dipercaya, itulah mengapa berita harus sesuai fakta.
• Jelas dan menggunakan kalimat yang sederhana, isi berita yang baik harus jelas jangan berbelit-belit dan kalimat yang digunakan harus sederhana agar mudah dimengerti.
C. Jenis-Jenis Berita
Berikut adalah beberapa jenis berita:
1. Straight news report
Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peristiwa. Biasanya, jenis berita ini ditulis dengan unsur-unsur yang dimulai dari what, who, when, where, why, dan how (5W + 1H). Misalnya pemberitaan tentang seminar.
2. Depth news report
Depth new report merupakan yang sedikit berbeda dengan straight news report. Reporter menghimpun informasi
dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut. Jenis laporan ini memerlukan pengalihan informasi, bukan opini reporter. Fakta-fakta yang nyata
masih tetap besar.
3. Comprehensive news report
Comprehensive news report merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek. Berita menyeluruh mencoba menggabungkan berbagai serpihan fakta itu dalam satu bangunan cerita peristiwa sehingga benang merahnya terlihat dengan jelas. (Sumadiria, 2005 : 69)
4. Interpretative report
Berita intepretatif biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus laporan beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini. Laporan interpretatif biasanya untuk menjawab pertanyaan mengapa.
5. Feature story
Dalam berita berbentuk feature, reporter mencari fakta untuk menarik perhatian pembacanya, tidak begitu menyajikan
informasi yang penting untuk pembacanya. Penulis feature menyajikan suatu pengalaman pembaca yang lebih bergantung pada gaya (style) penulisan dan humor daripada pentingnya informasi yang disajikan.
6. Depth reporting
Depth reporting merupakan pelaporan jurnalsitik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap dan utuh tentang suatu peristiwa
fenomenal atau aktual. Pelaporan mendalam disajikan dalam beberapa judul untuk menghindari kejenuhan pembaca (Sumadiria, 2005 : 70).
7. Investigative reporting
Investigative reporting berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif. Namun demikian, dalam
laporan investigasi, para wartawan melakukan penyelidikan untuk
memperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan.
D. Struktur Anatomi Berita
Adapun bagian-bagian dari berita antara lain:
1. Headline
Headline atau judul, umumnya dilengkapi dengan anak judul. Fungsinya untuk memudahkan pembaca agar bisa dapat segera mengetahui peristiwa apa yang akan disampaikan dan menonjolkan berita tersebut dengan dukungan grafik agar lebih menarik.
2. Deadline
Biasanya deadline terdiri dari nama media massa, tempat peristiwa dan juga tanggal terjadinya peristiwa. Tujuannya untuk menunjukan tempat peristiwa dan inisial dari media massa yang menyampaikan berita tersebut.
3. Lead
Ini merupakan unsur terpenting dalam berita, karena bisa menentukan apakah isi berita tersebut akan dibaca atau tidak oleh masyarakat. Bisa dikatakan juga sebagai inti berita yang berfungsi menggambarkan seluruh isi berita namun secara ringkas. Ini juga biasa disebut dengan teras berita dan ditulisnya terdapat pada paragraf pertama.
4. Body
Ini merupakan bagian tubuh berita, isinya berupa peristiwa-peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, jelas dan padat. Body disebut juga sebagai bagian perkembangan berita.
E. Sistem Penulisan Berita
1. Pola Penulisan Piramida Terbalik
Dalam teknik melaporkan (to report), setiap jurnalis, yakni wartawan atau reporter, tidak boleh memasukkan pendapat pribadi dalam berita yang ditulis, dibacakan, atau ditayangkannya. Berita adalah laporan tentang fakta secara apa adanya, bukan laporan tentang fakta bagaimana seharusnya. Berita adalah fakta objektif. Sebagai fakta objektif, berita harus bebas dari intervensi siapa pun dan dari pihak mana pun termasuk dari kalangan jurnalis, editor, dan kaum investor media massa itu sendiri.
2. Berita Ditulis dengan Rumus 5W+1H
Berita ditulis dengan menggunakan rumus 5W+1H, agar berita itu lengkap, akurat dan sekaligus memenuhi standar
teknis jurnalistik. Artinya, berita itu mudah disusun dalam pola yang sudah baku, dan mudah serta cepat dipahami isinya oleh pembaca, pendengar, atau pemirsa.
Dalam setiap peristiwa yang dilaporkan, harus terdapat enam unsur dasar yakni apa
(what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).