Minggu, 28 April 2019

Berita kampus iain kudus hari ini

Sehat dan Bugar: Rutinitas Senam Pagi Mahasiswa PGMI IAIN KUDUS

Senin, 29 April 2019



Kudus,Tri.com- Mahasiswa PGMI IAIN Kudus melakukan senam pagi bersama yang menjadi kegiatan rutinitas di Kampus. Senam dilakukan setiap hari senin secara bergilir antar kelas. Yang diikuti oleh 26 mahasiswi putri dan 2 mahasiswa putra.

Senam pagi dilaksanakan di Lapangan Tenis Kampus IAIN Kudus. Dan di pandu oleh tiga instruktur senam dari mahasiswa sendiri yang sudah ditunjuk sebelumnya.

Senam merupakan olahraga sederhana tetapi mempunyai manfaat besar bagi kesehatan, dengan senam pagi setiap hari senin, dapat merefleksikan hidup sehat. Ditengah-tengah sibuknya perkuliahan mahasiswa PGMI IAIN Kudus.

Rabu, 17 April 2019

laporan kunjungan radio manggala kudus

LAPORAN KUNJUNGAN RADIO MANGGALA KUDUS
     
         Pada hari senin tanggal  maret 2019, sekitar pukul 09.00 sebagian mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi jurusan komunikasi dan penyiaran islam IAIN kudus semester 4 sudah berkumpul didepan D3 kampus barat IAIN Kudus untuk bersiap berkunjung ke Radio Manggala yang bertepatan di Ngembalrejo, Bae, Kudus.
        Sesampai di manggala kami disambut oleh PT. Radio swara manggala sakti dengan sangat baik. Pak Al selaku direktur redaksi radio Manggala Fm menjelaskan beberapa hal penting mengenai sejarah Radio, manajemen pers dan media komunikasi, beliau juga memotivasi kami sebagai mahasiswa tentang bagaimana menghadapi tantangan globalisasi bagi media radio, bahkan membagi tips menjadi penyiar yang kece. “Dengan berbagai tantangan, kami masih bertahan dengan menyiarkan secara online. Dan radio kami sudah bisa didengarkan lewat streaming.” Ungkap pak Al.
         Pada manajemen pers,  Pak Al menjabarkan bahwa Radio yang berfrekuensi 100.4 FM ini tergabung dalam Thomson Radio Network. Jaringan radio tersebut memiliki program siaran berita yang disiarkan langsung dari lebih dari 20 kota. Nama program tersebut ialah Lintas Jawa Tengah Thomson Radio Network. Setiap hari Radio Manggala relay dengan berita-berita terkini dari berbagai kota.
Setelah itu, kami memasuki ruangan on air, dimana tempat penyiar bertugas. Ada Mbak Hanik yang sedang bertugas siaran waktu itu. Mbak Hanik berbagi cerita pengalaman menjadi penyiar kepada kami.
         Sekitar pukul 10.00 Wib teman-teman saya memutusan mengakhiri kunjungan dan selesai itu foto bersama dengan pak  dengan memberikan kenang"an untuk manggala dari kelas Kpi-B semester 4 , setelah itu kembali ke kampus.  Kunjungan ini berlangsung lancar dan bahagia.

laporan kunjungan ke cahaya televisi


Laporan Kunjungan Feature Stasiun Televisi Cahaya TV Pati

      Dalam jurnalisme media cetak, yang dimaksud dengan feature adalah sebuah tulisan khas, yang ditulis secara luwes dan menarik, dan relatif tak lekang oleh waktu. Tidak ada aturan yang mengikat sebuah feature, berita feature tidak akan basi sejauh feature itu masih menarik untuk dibaca.
      Secara singkat, struktur, gaya penulisan dan kemasan feature memang berbeda dengan berita biasa. Unsur subyektifitas penulis bisa lebih terasa dalam tulisan feature. Sebaliknya, dalam penulisan berita biasa, subyektifitas penulis sangat dihindari.
      Ada beberapa ciri yang membedakan sebuah feature yang dimuat dalam media cetak dan media televisi. Baik dari segi proses, tahap pembuatan, maupun gaya pengemasan.
     Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 08.00 WIB sebagian mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Kudus berkumpul di depan Gor IAIN Kudus untuk bersiap-siap berkunjung ke salah satu stasiun televisi yang berada di Pati, yaitu CAHAYA TV yang terletak di Ds. Sokokulon, Jln. Raya Pati –Kudus KM 6,3 Kec. Margorejo, Pati.
       Kedatangan kami disambut baik oleh pimpinan Cahaya Tv. Beliau mengarahkan kami ke studio Cahaya Tv yang bertempat disamping ruang beliau. Disetiap sudut ruangan terlihat berbagai macam alat yang digunakan untuk produksi film.
       Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka belajar bersama dengan tim Cahaya Televisi tentang teknik menulis berita feature di media televisi. Di cahaya tv, kita dijelaskan mengenai feature berita. Ketua umum  cahaya tv memberikan sedikit materi kepada kami twntang feature, bahwa  hampir semua berita bisa dikatakan feature, tinggal kita melihatnya dari sisi mana. Feature lebih menekankan kepada human interest.
      Feature bisa berupa sebuah motivasi, sesuatu yang memang harus diangkat, seperti nenek-nenek tua yang mempunyai rumah reot, tidak punya suami dan anak, dan belum tersentuh dengan program pemerintah. Itupun bisa di jadikan sebuah feature. Dan kadang memang dalam pembuatan sebuah feature dalam media pertelevisian kita mengeksploitasi distabilitas seseorang yang berkebutuhan khusus. Tetapi tujuan kita dalam meliput mereka buka bermaksud untuk mengejek distabilitasi mereka, namun disini tujuan kita adalah memotivasi orang-orang diluar sana, kenapa yang distabilitas mampu melakukan segala hal tetapi orang yang sehat kadang tidak mampu melakukan hal tersebut. Jadi arah tujuannya jelas.
      Tidak hanya itu, pimpinan umum Cahaya Tv juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan feature di medianya. Pembuatan feature di media televisi melalui beberapa tahapan:
Pra Produksi
1) Penentuan ide dan Tema
2) Riset
3) Hunting
4) Pembuatan diskripsi program
5) Pembuatan wishlist
6) Perizinan lokasi dan pemain
7) Penentuan karakter utama
8) Castig pemain
9) Proposal
Produksi
1) Shooting
2) Preview hasil shooting
3) Evaluasi shooting
Pasca Produksi
1) Penyempurnaan naskah VO
2) Editing
3) Dubbing
4) Mixing

      Produksi feature di Cahaya Tv dilakukan satu minggu sekali, tinggal tema apa yang diambil. Jika tema yang diambil susah maka proses produksinya melebihi satu minggu. Biasanya durasi penayangnya hanya 3-5 menit. Dan ditayangkan diakhir setelah berita politik, sosial, dan olahraga. Menurut pimpinan umum cahaya tv, keberhasilan featurenya dapat terlihat jika liputan feature tersebut ditonton banyak orang dan pada pagi harinya ada seseorang yang datang untuk memberikan sumbangan kepada tokoh pemeran feature tersebut.
      Dan pimpinan umum Cahaya Tv berharap setelah adanya kunjungan ini, mahasiswa KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam) mengetahui betul tentang feature di media televisi. Dan beliau siap menerima kedatangan kami kembali ke Cahaya Tv.

pengertian, ciri, jenis,struktur, dan sistem penulisan berita

Kamis, 18 April 2019

Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Struktur Anatomi, dan Sistem Penulisan Berita

A. Pengertian Berita
     Berita berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Vrit yang dalam bahasa Inggris disebut write, arti sebenarnya adalah ada atau terjadi.
      Sebagian ada yang menyebut dengan Vritta, artinya “kejadian” atau “yang telah terjadi”. Vritta dalam bahasa Indonesia kemudian menjadi berita atau warta. Menurut Kamus Bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta “berita” berarti kabar atau warta, sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, arti berita diperjelaskan menjadi “laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang
hangat”. Jadi berita dapat dikaitkan dengan kejadian/peristiwa yang terjadi (Djuroto, 2004 : 46).
       Secara sosiologis, berita adalah semua hal yang terjadi di dunia. Dalam gambaran
yang sederhana, seperti dilukiskan dengan baik oleh para pakar jurnalistik, berita adalah apa yang ditulis surat kabar, apa yang disiarkan radio, dan apa yang ditayangkan televisi.

B. Ciri-Ciri Berita
     Adapun ciri-ciri berita yaitu:
• Menarik perhatian, berita harus bisa menarik perhatian, salah satu tujuannya yaitu agar bisa menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat ingin segera mengetahui isi berita tersebut.
• Aktual, berita harus berisi informasi atau peristiwa terbaru dan masih hangat dibicarakan.
• Dipercaya, artinya isi berita harus bisa dipercaya, itulah mengapa berita harus sesuai fakta.
• Jelas dan menggunakan kalimat yang sederhana, isi berita yang baik harus jelas jangan berbelit-belit dan kalimat yang digunakan harus sederhana agar mudah dimengerti.

C. Jenis-Jenis Berita
    Berikut adalah beberapa jenis berita:
1. Straight news report
    Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peristiwa. Biasanya, jenis berita ini ditulis dengan unsur-unsur yang dimulai dari what, who, when, where, why, dan how (5W + 1H). Misalnya pemberitaan tentang seminar.

2. Depth news report
    Depth new report merupakan yang sedikit berbeda dengan straight news report. Reporter menghimpun informasi
dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut. Jenis laporan ini memerlukan pengalihan informasi, bukan opini reporter. Fakta-fakta yang nyata
masih tetap besar.

3. Comprehensive news report
    Comprehensive news report merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek. Berita menyeluruh mencoba menggabungkan berbagai serpihan fakta itu dalam satu bangunan cerita peristiwa sehingga benang merahnya terlihat dengan jelas. (Sumadiria, 2005 : 69)

4. Interpretative report
    Berita intepretatif biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus laporan beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini. Laporan interpretatif biasanya untuk menjawab pertanyaan mengapa.

5. Feature story
    Dalam berita berbentuk feature, reporter mencari fakta untuk menarik perhatian pembacanya, tidak begitu menyajikan
informasi yang penting untuk pembacanya. Penulis feature menyajikan suatu pengalaman pembaca yang lebih bergantung pada gaya (style) penulisan dan humor daripada pentingnya informasi yang disajikan.

6. Depth reporting
    Depth reporting merupakan pelaporan jurnalsitik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap dan utuh tentang suatu peristiwa
fenomenal atau aktual. Pelaporan mendalam disajikan dalam beberapa judul untuk menghindari kejenuhan pembaca (Sumadiria, 2005 : 70).

7. Investigative reporting
    Investigative reporting berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif. Namun demikian, dalam
laporan investigasi, para wartawan melakukan penyelidikan untuk
memperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan.

D. Struktur Anatomi Berita
     Adapun bagian-bagian dari berita antara lain:
1. Headline
Headline atau judul, umumnya dilengkapi dengan anak judul. Fungsinya untuk memudahkan pembaca agar bisa dapat segera mengetahui peristiwa apa yang akan disampaikan dan menonjolkan berita tersebut dengan dukungan grafik agar lebih menarik.
2. Deadline
Biasanya deadline terdiri dari nama media massa, tempat peristiwa dan juga tanggal terjadinya peristiwa. Tujuannya untuk menunjukan tempat peristiwa dan inisial dari media massa yang menyampaikan berita tersebut.
3. Lead
Ini merupakan unsur terpenting dalam berita, karena bisa menentukan apakah isi berita tersebut akan dibaca atau tidak oleh masyarakat. Bisa dikatakan juga sebagai inti berita yang berfungsi menggambarkan seluruh isi berita namun secara ringkas. Ini juga biasa disebut dengan teras berita dan ditulisnya terdapat pada paragraf pertama.
4. Body
Ini merupakan bagian tubuh berita, isinya berupa peristiwa-peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, jelas dan padat. Body disebut juga sebagai bagian perkembangan berita.

E. Sistem Penulisan Berita
1. Pola Penulisan Piramida Terbalik
    Dalam teknik melaporkan (to report), setiap jurnalis, yakni wartawan atau reporter, tidak boleh memasukkan pendapat pribadi dalam berita yang ditulis, dibacakan, atau ditayangkannya. Berita adalah laporan tentang fakta secara apa adanya, bukan laporan tentang fakta bagaimana seharusnya. Berita adalah fakta objektif. Sebagai fakta objektif, berita harus bebas dari intervensi siapa pun dan dari pihak mana pun termasuk dari kalangan jurnalis, editor, dan kaum investor media massa itu sendiri.

2. Berita Ditulis dengan Rumus 5W+1H
    Berita ditulis dengan menggunakan rumus 5W+1H, agar berita itu lengkap, akurat dan sekaligus memenuhi standar
teknis jurnalistik. Artinya, berita itu mudah disusun dalam pola yang sudah baku, dan mudah serta cepat dipahami isinya oleh pembaca, pendengar, atau pemirsa.
    Dalam setiap peristiwa yang dilaporkan, harus terdapat enam unsur dasar yakni apa
(what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).


Selasa, 26 Maret 2019

Lahan parkir semprawit

Sesak, Semprawut Tak Adakah Lahan Kosong untuk Parkir?


      Pembangunan gedung dan penambahan fakultas terjadi setiap tahun. Mahasiswa dicari-cari. Jumlah mahasiswa semakin membludak, otomatis kendaraan semakin banyak dan menumpuk di IAIN Kudus. 
      
       Dengan bertambahnya mahasiswa IAIN Kudus tak seimbang dengan fasilitas yang ada. Dan hal yang paling ironis adalah tak adanya lahan yang luas untuk menampung banyaknya kendaraan mahasiswa. Sedikitnya lahan parkir membuat mahasiswa dilema ingin memarkirkan motornya di mana. Tak adanya pohon, tempat parkir panas, menambah kesemprawutan lahan parkir. Hal tersebut juga memicu mahasiswa/ mahasiswi untuk parkir tidak rapi dan menempatkan motornya disembarang tempat. 
      
       " Seharusnya kampus menyediakan lahan yang memadai untuk parkir mahasiswa. Hal tersebut membuat mahasiswa menjadi resah  dan terkadang membuat mahasiswa terlambat masuk kelas karena kesulitan mencari tempat untuk memarkir kendaraannya." Ungkap Iin Uswatun salah satu mahasiswa fakultas Tarbiyah.
       
       Tak hanya itu, ketika mahasiswa selesai belajar dan mengeluarkan kendaraannya mereke kwalahan untuk mengeluarkan kendaraannya. Hal ini terjadi karena sepeda motor mereka berdempetan dengan sepeda motor mahasiswa lain. Dan tak jarang membuat kendaraan mahasiswa lain tergores. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa menjadi kecewa dan menimbulkan kerugian. Sudah kewajiban kampus untuk memberikan fasilitas yang baik bagi bagi kenyamanan dan keamanan mahasiswanya. 

   
     

Selasa, 19 Maret 2019

kunjungan ke suara nahdliyin

KUNJUNGAN KE SUARA NAHDLIYIN
Oleh :
Lutfi Tria Maharani (1740210046)
Muhammad Luthfi Syaf (1740210066)
Ahya Ainur Rofi (1740210049)
Niflatul Uyun (1740210053)
     
      Pada hari Senin, 11 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 sebagian mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kudus semester 4 sudah berkumpul di depan gedung D3 Kampus Barat IAIN Kudus untuk bersiap-siap berkunjung ke Suara Nahdliyin di kantor cabang PCNU Kabupaten Kudus Jl. Pramuka No. 20.         

     Sesampainya di kantor cabang PCNU kami disambut oleh Pimpinan Umum Suara Nahdliyin, Moh. Qomarul Adib. Beliau mengarahkan kami menuju ruang pertemuan Suara Nahdliyin yang bertempat di gedung lantai dua. Di setiap sudut ruangan terlihat foto-foto lawas penggerak NU pada zaman dulu bergantung di dinding-dinding ruangan, seperti foto Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahid Hasyim.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka belajar bersama tim redaksi Suara Nahdliyin tentang teknik menulis berita feature. Pimpinan umum Suara Nahdliyin sangat senang atas kedatangan mahasiswa KPI IAIN Kudus ke Suara Nahdliyin. Beliau mengatakan bahwa mahasiswa IAIN juga harus ikut serta untuk belajar lebih jauh tentang ilmu jurnalistik agar dakwah islam semakin maju. Tak hanya itu, beliau juga berpesan bahwa kita harus pintar dan cerdas dalam mencari informasi tentang islam dengan smartphone yang semakin canggih di era milenial ini. Mahasiswa harus terus berlatih dan mengembangkan kemampuan menulisnya di bidang jurnalistik, ada ilmu tapi tak ada praktik sama saja nol.
     
       Sambutan baik juga disampaikan oleh pimpinan Redaksi Suara Nahdliyin Rosidi, atau yang kerap disapa Bang Eros. Rosidi mengungkapkan sejarah berdirinya Suara Nahdliyin. Suara Nahdliyin berdiri pada tanggal 17 Agustus 2017. Berawal dari kegalauan Qomarul Adib dan bang Eros tentang belum optimalnya penggunaan gadget di Kabupaten Kudus. Mereka merasa kasihan dengan orang-orang tua di Kudus yang tidak dapat mengakses berita melalui gadget, dengan permasalahan itulah mereka mengagas ide baru untuk membuat suatu sarana yang dapat digunakan orang-orang di Kudus terutama orang tua untuk mendapatkan informasi. Dan keluarlah Suara Nahdliyin dan Buletin Nahdliyin.   
     
       Selain menceritakan sejarah beliau juga memberikan pengetahuan kepada mahasiswa KPI IAIN Kudus seputar feature dan teknik menulis berita feature. Untuk menulis sebuah feature seseorang harus terlebih dahulu mampu menulis berita. 

        Feature merupakan salah satu jenis berita berkisah yang biasanya ditulis untuk mengungkapkan suatu hal secara lebih mendalam namun tidak membosankan.
Dalam kesempatan itu, bang Eros meminta para mahasiswa untuk menulis sekilas berita kunjungan ini dan dilanjutkan membaca cotoh berita feature. Setelah itu kita diberi materi tentang teknik penulisan dan praktik. Setelah diadakan kunjungan ini, sebagai tugas kuliah Teknik Menulis Berita dan Feature yang diampu oleh Primi Rohimi S.Sos, MSI. Kita diminta untuk membuat dua feature tentang budaya lokal setempat dan membuat profil madrasah. Yang kemudian akan dimuat Suara Nahdliyin pada edisi Maret.




Minggu, 17 Maret 2019

pengertian dan sejarah penyiaran

Rabu, 17 Maret 2019
Lutfi Tria Maharani
(1740210046)
Primi Rohimi S. Sos, MSI

Pengertian dan Sejarah Penyiaran

A. Pengertian
         Menurut (JB Wahyudi) Penyiaran adalah keseluruhan proses penyampaian siaran yang dimulai dari penyiapan materi produksi, penyiapan bahan siaran, pemancaran sampai kepada penerima siaran tersebut.
         Sedangkan menurut Undang-undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran menjelaskan bahwa: Siaran sama artinya dengan broadcast. “Pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat
interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat.

B. Sejarah Penyiaran
        Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil
mengirim dan menerima gelombang radio. Upaya itu kemudian dilanjutkan Guglielmo Marconi (1874-1973) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal lorse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirim Marconi itu berhasil menyebrangi Samudra Atlantik
pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. 15 Pada tahun berikutnya 1906 seorang promoter yang bernama Lee De Forest yang menciptakan audio tube (alat yang memungkinkan tranmisi suara) yang digunakan untuk mengirimkan pesan ke udara. Pada tahun yang sama seorang yang bernama Reginald Fessenden juga menyiarkan acara di radionya untuk pertama kalinya yang memutarkan beberapa lagu natal dengan menggunakan operator nirkabel di
laut lepas.

• sejarah kemunculan televisi

      Televisi merupakan salah satu media yang memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi masyarakat. Hingga ini, televisi masih dianggap sebagai pusat informasi bagi sebagian besar orang di dunia. Pada tahun 1925, sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya, sehingga dia lebih dikenal sebagai penemu televisi ketimbang Vladimir Kozma Zworykin. Sejarah pertelevisian di Indonesia bisa dibilang cukup panjang karena negara kita mulai mengenal televisi sejak 1962 dimana saat itu berdiri televisi Republik Indonesia ( TVRI) yang diresmikan oleh presiden soekarno dan siaran perdana TVRI adalah upacara pembukaan Asian Games ke-4 tahun 1962. 

•Sejarah Kemunculan Radio
     
     Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni 1925 yang bernama BRV (BTaviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lain adalah: 

NIROM: Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung ,dan Medan.

MAVRO: Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di Yogyakarta. Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Saraito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 di dirikan PPRK (perserikatan perkumpulan radio ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat indonesia secara rohani maupun jasmani.Pada masa penduduk jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer jepang. pada awal kemerdekaan, Radi berperan menyebarkan berita proklamasi.
       

     

Berita kampus iain kudus hari ini

Sehat dan Bugar: Rutinitas Senam Pagi Mahasiswa PGMI IAIN KUDUS Senin, 29 April 2019 Kudus,Tri.com- Mahasiswa PGMI IAIN Kudus ...